Inkubasi Bisnis Teknologi (Technopreneur)

Indonesia saat ini sedang mengalami bonus demografi yaitu suatu kondisi dimana jumlah penduduk dengan usia produktif melebihi jumlah penduduk dengan usia belum/tidak lagi produktif. Bila lapangan kerja yang ada tidak mencukupi bagi para usia produktif tersebut maka bisa terjadi kebalikannya yaitu bencana demografi. Untuk itu generasi kaum muda ini perlu didorong tidak lagi sebagai pencari kerja tapi sebagai pencipta kerja. Inkubator bisnis berbasis teknologi merupakan suatu wahana yang dapat menghasilkan para pengusaha pemula terutama yang berbasiskan teknologi (PPBT) atau dikenal juga sebagai para technopreneur.

Era ekonomi digital juga merupakan peluang tumbuhnya rintisan-rintisan usaha (start-up) digital di Indonesia. Jumlah pengguna internet di Indonesia yang telah melampaui 140 juta penduduk merupakan pasar yang besar bagi para start-up digital. Saat ini saja sudah ada 4 unicorn start-up digital di Indonesia yaitu perusahaan strat-up yang mempunyai valuasi minimal 1 miliar dolar AS (sekitar Rp. 14 triliun).

Disamping itu, bila Indonesia ingin menjadi negara maju, Indonesia harus mampu mentransformasi perekonomiannya dari yang berbasiskan komoditas menjadi berbasiskan inovasi. Bila tidak maka Indonesia akan terjebak sebagai negara berpenghasilan menengah (middle income trap). Untuk itu Pemerintah Indonesia berupaya agar hilirisasi hasil-hasil riset terus meningkat baik melalui pemberian lisensi kepada perusahaan-perusahaan yang sudah ada maupun melalui penumbuh kembangan perusahaan-perusahaan pemula berbasis teknologi melalui inkubator berbasis teknologi.


© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi - BPPT