Teknologi Kebencanaan

Di akhir tahun 2018, Indonesia mengalami 3 bencana besar geologi. Rentetan gempa yang melanda pulau Lombok di bulan Juli dan Agustus 2018 telah menghancurkan sebahagian besar infrasŌruktur dan jiwa. Sebulan berselang pada tanggal 28 September 2018, Indonesia kembali berduka dengan terjadinya gempa, tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah. Di penghujung tahun, kembali bencana tsunami melanda Provinsi Banten dan Lampung. Dari tiga kejadian ini, 3040 lebih jiwa meninggal dunia, dengan total kerugian lebih dari 31 Triliun rupiah.

Kejadian bencana geologi, meskipun frekuensinya tidak sebanyak bencana hidrometeorologi, namun berakibat besar pada kerugian harta dan jiwa. Dengan semakin meningkatnya pembangunan, dan dorongan pemerintah dalam meningkatkan jumlah wisatawan, maka potensi kerugian ini akan semakin meningkat. Dari perjalanan panjang kita melakukan upaya pengurangan risiko bencana, kita belum dapat melihat adanya peningkatan yang signifikan dari upaya mitigasi bencana. Peran IPTEK tentunya sangat penting untuk menjadi perhatian pemerintah, agar investasi di bidang ini dapat secara signifikan mengurangi risiko bencana.

BPPT sebagai lembaga unggulan teknologi dalam pengkajian dan penerapan teknologi, diamanatkan untuk memberikan solusi dan rekomendasi kepada pemerintah terkait teknologi pengurangan risiko bencana. Dalam beberapa tahun ini, berbagai kajian, rancang bangun dan inovasi teknologi untuk bencana geologi telah dilakukan oleh BPPT.


© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi - BPPT