Tentang KTN

Perkembangan dunia dipengaruhi oleh 4 (empat) penggerak: populasi, teknologi, globalisasi, dan perubahan-iklim yang semakin memicu tingkat kerentanan daya dukung kelestarian pembangunan. Kondisi perekonomian dunia saat ini harus menghadapi berbagai ketidakpastian. Selain adanya berbagai isu geopolitik, perkembangan teknologi juga turut memberikan dampak pada perubahan sosial dan ekonomi.

Untuk menjawab tantangan tersebut dan dalam rangka mendukung misi pemerintahan memperkuat kemampuan, kapasitas dan kemandirian industri dalam negeri, mewujudkan kemandirian dan daya saing bangsa, maka perlu dipersiapkan berbagai terobosan inovasi teknologi antara lain di bidang teknologi pertahanan–keamanan, kebencanaan dan material. Negara yang memiliki militer yang kuat harus didukung oleh industri pertahanan yang meng-adopt teknologi maju sehingga mengembangakan industri pertahanan nasional juga merupakan bagian dari mewujudkan kemandirian bangsa. Tingginya laju tingkat kerentanan daya dukung alam pada gilirannya memicu ambang kritis keterjadian bencana yang memorak-porandakan investasi pembangunan, memakan korban jiwa, hingga menghentikan aktivitas ekonomi produktif. Reduksi resiko bencana di seluruh wilayah Indonesia, yang secara geografis terletak dalan daerah rawan bencana atau ring-of-fire, perlu dikembangkan bersama secara sinergi, serta perlunya Inovasi di bidang teknologi kebencanaan. Sementara Material adalah kunci produk hampir semua industri, sehingga pengembangan produk industri juga harus ditunjang oleh inovasi teknologi material. Teknologi material menjadi salah satu teknologi kunci hampir dalam seluruh produk-produk teknologi di negara-negara maju. Secara bertahap, teknologi material harus dikuasai oleh para pemangku kepentingan di Indonesia, secara makro dan mikro termasuk dukungan kebijakan industri dalam penguatan tingkat komponen dalam negri.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang memiliki peran sebagai lembaga dengan peran dalam audit teknologi, kliring teknologi, inovasi teknologi, alih teknologi, dan layanan teknologi akan menyelenggarakan Kongres Teknologi Nasional (KTN) 2018 pada tanggal 17-19 Juli 2018, dengan Tema "Strategi Implementasi Kebijakan Nasional untuk mendukung Kemandirian Teknologi". Kongres Teknologi Nasional (KTN) ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) 5-windu BPPT dan rangkaian kegiatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Kemenristekdikti. Tujuan dari diselenggarakannya KTN 2018 ini adalah untuk memberikan Rekomendasi Teknologi yang diperlukan untuk memperkuat peran dan eksistensi teknologi dalam mendukung pengembangan industri nasional, peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa, sesuai dengan program pemerintah yang tertuang dalam Program Nawacita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahap II 2020 -2024.

Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi, dan dalam rangka mendukung akselerasi implementasi program prioritas pembangunan pemerintah, topik KTN 2018 ini difokuskan pada bidang Teknologi Industri Pertahanan, Teknologi Kebencanaan dan Teknologi Material. BPPT mengajak berbagai pihak narasumber dari dalam dan luar negeri seperti kementerian atau lembaga terkait, pejabat pemerintah, perwakilan lembaga legislatif, badan usaha, industriawan, akademisi, para pakar dan praktisi serta  stakeholder lainnya untuk dapat berpartisipasi dalam KTN Tahun 2018.  Selamat Berkongres.

 

Jakarta, Maret 2018
Salam Teknologi, Kepala BPPT,

 


Dr. Ir. Unggul Priyanto, M.Sc